Dakwah dan Pengembangan Masyarakat merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Secara konseptual-teoritis, keduanya tidak membutuhkan diskursus panjang untuk mencapai titik temu. Hal yang lebih urgen adalah bagaimana pendekatan dan langkah-langkah kongkrit dapat diterapkan di tengah masyarakat modern saat ini sehingga memberikan dampak yang nyata. Jadi pembahasan mengenai nilai-nilai yang perlu ditanamkan kepada maysrakat memang penting, tetapi yang lebih esensial lagi adalah bagaimana nilai-nilai tersebut dapat ditransformasikan dengan apik kepada masyarakat. Ajaran agama tidak cukup berhenti pada mimbar-mimbar dan majlis pengajian melainkan benar-benar membumi dalam kehidupan sehari-hari dan bahkan menjadi solusi atas berbagai persoalan sosial-ekonomi masyarakat.

Di sisi lain, dakwah dan pengembangan masyarakat juga harus dipahami bukan hanya sebagai tanggung jawab pribadi seorang muslim, tetapi juga menjadi perhatian kolektif yang lebih luas. Di dalamnya terdapat nilai-nilai transformatif yang dinamis, yang menuntut kompetensi khusus dari para pelaku dakwah agar mampu menghasilkan perubahan sosial yang nyata. Kompetensi tersebut mencakup pengayaan teori, ketajaman analisis sosial, serta keterampilan fasilitasi dalam mengawal proses transformasi masyarakat.

Selain itu, tantangan dakwah dan pengembangan masyarakat juga semakin kompleks karena dihadapkan pada pesatnya perkembangan teknologi seperti kecerdasaran artifisial (AI), internet of things (IoT) dan masifnya penggunaan bahan bakar baru berbasis data. Selanjutnya masyarakat juga dihadapkan pada melimpahnya berbagai media digital dan online yang menuntut para aktor dakwah selain berperan sebagai penjaga gawang content informasi yang beredar, tetapi juga sekaligus mampu beradaptasi dan memanfaatkan media tersebut sebagai sarana dakwah. Platform penyiaran seperti YouTube, Instagram, podcast, penyedia film dan media digital penyiaran yang lain, kini menjadi ruang strategis untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah secara kreatif, relevan dan menjangkau audiens yang lebih luas.

Dengan demikian, Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat melalui kedua program studinya yaitu Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) dan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) senantiasa berupaya melahirkan lulusan-lulusan terbaik yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga kontekstual dalam menjawab tantangan zaman. Seluruh proses pendidikan dan pembelajaran tetap berlandaskan pada nilai-nilai luhur pesantren (shalih akram) yakni berakhlak mulia, berintegritas, serta mampu menebarkan manfaat bagi masyarakat luas.