Yogyakarta - Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Pesantren Mathali'ul Falah (IPMAFA) melaksanakan kunjungan industri (media visit) ke kantor redaksi Jawa Pos Radar Jogja, Selasa (19/5/2026). Kegiatan ini digelar untuk menjembatani kesenjangan antara teori akademik yang dipelajari di bangku perkuliahan dengan praktik langsung di industri media massa profesional.

Kunjungan berlangsung lancar berkat fasilitasi penuh dari Prodi KPI, dengan pendampingan langsung Ketua Program Studi KPI, Siti Asiyah MSos dan Sekretaris Prodi Fajar Adi Kurniawan MSI, yang mengawal seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga tuntas secara teknis. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dan perhatian langsung dari Dekan Fakultas Dakwah, Isyrokh Fuaidi LLM, yang turut mendampingi selama kegiatan berlangsung.

Pemilihan Radar Jogja sebagai destinasi kunjungan bukan tanpa alasan. Sebagai bagian dari jaringan besar Jawa Pos Group, Radar Jogja memiliki penetrasi yang kuat di berbagai daerah, termasuk wilayah eks-Karesidenan Pati yang mencakup Pati, Kudus, Jepara dan Blora yang berada di bawah naungan biro Radar Kudus. Kedekatan geografis ini menjadikan kunjungan semakin relevan bagi mahasiswa IPMAFA yang sebagian besar berasal dari kawasan tersebut.

Di kantor redaksi, rombongan mahasiswa KPI IPMAFA disambut hangat oleh jajaran manajemen, wartawan senior dan tim redaksi Radar Jogja. Suasana diskusi yang terbuka dan interaktif membuat para peserta leluasa menggali informasi langsung dari para praktisi media berpengalaman.

Dua Divisi Utama: Cetak dan Digital Berjalan Beriringan

Manager Bisnis Digital Radar Jogja, Bapak Anan, dalam sesi pemaparan menjelaskan transformasi besar yang tengah dijalani perusahaan media tersebut. Ia menegaskan bahwa Radar Jogja kini tidak lagi sekadar media cetak konvensional, melainkan telah berkembang menjadi entitas media multiplatform yang dinamis.

"Kami mengelola dua divisi utama, yakni divisi cetak dan divisi online yang mencakup website, media sosial, hingga produksi konten kreatif seperti musik dan podcast," paparnya di hadapan mahasiswa KPI IPMAFA.

Senada dengan hal itu, Redaktur Editor Online Radar Jogja, Meutika, menambahkan bahwa sejak tahun 2023 telah terjadi standardisasi besar-besaran di seluruh Jawa Pos Group. Setiap portal berita daerah kini menggunakan domain turunan .jawapos.com, dengan total sekitar 80 website aktif yang terus berkembang. Menariknya, setiap radar berpotensi mengelola lebih dari satu website sesuai kebutuhan segmen pembacanya.

Salah satu sesi yang paling menyita perhatian mahasiswa adalah pemaparan teknis mengenai strategi produksi konten di era digital. Para peserta mendapat wawasan eksklusif tentang metode mutilasi berita, sebuah teknik jurnalistik dimana satu liputan berbasis data primer dipecah menjadi beberapa fragmen berita yang lebih terfokus, mendalam dan ramah terhadap algoritma platform digital.

Mahasiswa juga mengetahui adanya pembagian peran yang jelas di meja redaksi, yakni antara Redaktur News dan Redaktur Evergreen. Redaktur News bertugas menangani isu-isu aktual yang berkembang, sementara Redaktur Evergreen berfokus pada produksi konten yang relevan sepanjang waktu dengan mengemas ulang informasi dari sumber-sumber resmi instansi terkait menjadi sajian yang menarik dan mudah dikonsumsi pembaca.

Meski berstatus koran lokal, seluruh awak redaksi Radar Jogja tetap dituntut peka terhadap isu-isu nasional yang tengah berkembang, dengan tetap mempertahankan indeks konten unggulan di kanal lifestyle, otomotif, hingga ulasan film.

Kunjungan ini juga membuka cakrawala baru bagi mahasiswa KPI terkait peluang karier dan kerja sama di industri media. Dalam sesi diskusi, Radar Jogja menegaskan bahwa program pemagangan di lembaga mereka kini jauh lebih beragam dibandingkan sebelumnya.

Radar Jogja membuka pintu kerja sama seluas-luasnya, tidak hanya bagi mahasiswa dari program studi komunikasi, tetapi juga dari lintas disiplin ilmu lainnya. Posisi yang tersedia pun tidak lagi terbatas pada wartawan, melainkan juga mencakup content writer dan content creator, dua peran yang semakin krusial di tengah arus digitalisasi media.

Sebagai penutup sesi, mahasiswa mendapat gambaran menyeluruh dan komprehensif tentang alur produksi konten di media profesional. Mulai dari proses peliputan lapangan oleh jurnalis, penanganan di meja redaksi, proses penyuntingan oleh redaktur, hingga tahap akhir tata letak (layout) sebelum konten resmi diterbitkan ke publik — semuanya dipaparkan secara runtut dan mudah dipahami.

Melalui kegiatan media visit ini, Prodi KPI IPMAFA berharap para mahasiswa tidak hanya memahami teori jurnalistik dan penyiaran secara tekstual, tetapi juga benar-benar siap terjun sebagai praktisi media yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing tinggi di tengah lanskap industri media yang terus berubah dengan cepat.