Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat IPMAFA bersama Prodi PMI IPMAFA melakukan kunjungan di Pemerintah Desa Bakaran Kulon Juwana (12/2/2026). Kunjungan diterima langsung oleh Kepala Desa, Dadik Utomo ST. Kunjungan untuk sharing perkembangan dan rencana pengembangan penerapan teknologi smart village di desa Bakaran Kulon, sekaligus tentangan tantangan yang dihadapi dalam penerapannya.

Dadik menyampaikan banyak hal terkait penerapan sistem informasi desa (SID) yang aktif dipakai dalam memberikan layanan prima kepada masyarakat dan itu cukup membantu pemerintah desa. Desa Bakaran Bakaran Kulon bahkan sudah menjadi sorotan positif dari pihak Pemerinrah Kabupaten kaitannya dengan penerapan tekknologi smart villaga dan pengelolaan data yang baik. Di beberapa forum Pemkab, desa Bakaran Kulon dan Mintobasuki Gabus termasuk menjadi salah satu rujukan dalam tatakelola pemerintahan desa karena kedua menerapkan SID denga maksimal.

Saat ini SID diterapkan dengan baik oleh Pemdes Bakaran Kulon seperti dalam pelayanan administrasi, publikasi kegiatan desa, statistik penduduk dan sebagai portal dokumen resmi desa. Hal ini dapat dipantau dari kanal online desa di https://bakarankulon-juwana.desa.id dimana hampir tiap kegiatan selalu diupdate informasinya, statistik layanan administrasi juga terpantau dengan jelas, begiru juga statistk kependudukan.

Isyrokh Fuaidi, Dekan FDPM, mengapresiasi perkembangan penerapan teknologi smart village di desa Bakaran Kulon dan menawarkan beberapa teknologi lain yang bisa dilaksanakan untuk memajukan desa. Beberapa teknologi untuk desa seperti sistem keuangan Bumdes, pasar digital desa atau markerpalce, portal integratif pemerintah yang menyatukan berbagai aplikasi yang ada di desa.

Dadik juga menyampaikan beberapa kendala yang dihadapi Pemdes seperti tidak adanya sistem yang intregratif di Pemerintah Kabupaten atau Pusat sehingga menyulitkan desa karena tidak ada data resmi yang dapat penenuhnya dijadikan sebagai rujukan data. Salah satu contoh kecil adalah desa tidak mengetahui keaslian KTP seseorang karena Dukcapil yang mengeluarkan dan datanya tidak bisa diaskes aleh desa.

Dalam forum tersebut setidaknya ada 3 rencana besar yang diagendakan oleh Labsos PMI dalam menfasilitasi desa Bakaran Kulon yaitu:
  1. Pengembangan pasar digital yang terintegrasi dengan layan delivery
  2. Pembangunan portal informasi semua layanan desa dan Kabupaten
  3. Kloning sistem keuangan desa yang dapat dibuat simulasi untuk mahasiswa PMI