Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (HMPS PGMI) IPMAFA menggelar seminar bertajuk “Let’s Code with Paper: Pembelajaran Pemrograman Tanpa Komputer”, Minggu (11/1/2026). Tujuan kegiatan ini untuk memperkuat skill coding dasar bagi mahasiswa calon guru melalui pendekatan sederhana, kreatif dan mudah diaplikasikan di pendidikan dasar, tanpa bergantung pada perangkat digital.

Seminar menghadirkan Isyrokh Fuaidi LLM, Dekan Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat sebagai narasumber yang menekankan pentingnya literasi pemrograman sejak dini. Dalam pemaparannya, Isyrokh menegasan bahwa coding tidak menjadi monopoli seorang programmer tetapi siapa saja bisa melakukannya, bahkan sebagian orang secara tidak sadar sudah melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Isyrokh tidak menjelaskan konsep coding secara rumit, tetapi menunjukkan bagaimana logika pemrograman dapat diajarkan secara kontekstual dan mudah menggunakan media kertas, gambar, simbol, dan alur instruksi sederhana. Pendekatan ini yang ia sebut sebagai "unplugged coding" dimana sarana yang dipakai sama sekali tidak menggunakan komputer atau internet.

Peran Isyrokh Fuaidi tampak kuat dalam sesi praktik, di mana peserta diajak menyusun langkah-langkah instruksi, memahami urutan perintah (algoritma), serta memvisualisasikan proses berpikir komputasional. Melalui metode ini, peserta dapat menangkap esensi coding sebagai cara berpikir logis, runtut dan sistematis, bukan semata-mata keterampilan teknis berbasis perangkat.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa PGMI semester 1, 3, dan 5, serta dihadiri perwakilan HMPS eksternal dari Universitas Safin Pati. Suasana seminar berlangsung aktif dan interaktif, dengan peserta terlibat langsung dalam praktik dan diskusi. Banyak peserta menyampaikan ketertarikan karena metode yang diperkenalkan dinilai realistis untuk diterapkan di Madrasah Ibtidaiyah.

Dalam sesi diskusi, Isyrokh Fuaidi menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis dalam mengembangkan pembelajaran coding yang inklusif dan inovatif, dengan memanfaatkan media sederhana yang dekat dengan dunia anak. Melalui seminar ini, PGMI berharap mahasiswa memiliki bekal konkret untuk menghadirkan pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, serta relevan dengan tuntutan penguatan keterampilan abad ke-21 di dunia pendidikan dasar.